Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Minal Aizin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin

Marching Band Fatahillah MI Negeri Jambu

Membangun Generasi yang Berprestasi, Bertaqwa dan Berahklak mulia.

Kunjungan Study di Museum Palagan Ambarawa

Membangun Generasi yang Berprestasi, Bertaqwa dan Berahklak mulia.

Praja Muda Karana

Membangun Generasi yang Berprestasi, Bertaqwa dan Berahklak mulia.

Kunjungan Study di PT Dua Kelinci Pati

Membangun Generasi yang Berprestasi, Bertaqwa dan Berahklak mulia.

Belajar bersama alam, mengasyikkan

Membangun Generasi yang Berprestasi, Bertaqwa dan Berahklak mulia.

Rabu, 31 Desember 2014

Sejarah Tahun Baru 1 Januari

Sejarah Tahun Baru 1 Januari 

The World Book Encyclopedia tahun 1984, volume 14, halaman 237
“Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari)
kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.”,
Sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.

Bulan Januari (bulannya Janus) juga ditetapkan setelah Desember dikarenakan Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari dimana kaum pagan penyembah Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari sekian banyak pengaruh Pagan pada budaya kristen selain penggunaan lambang Salib Tanggal 1 Januari sendiri adalah seminggu setelah pertengahan Winter Soltice, yang juga termasuk dalam bagian ritual dan perayaan Winter Soltice dalam Paganisme.

tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sosok dewa Janus dalam mitologi Romawi
 
Dewa Janus sendiri adalah sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama bernama dewa Chronos. Kaum Pagan, atau dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala, hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikuti mereka. Sejarah pelestarian budaya Pagan (penyembahan berhala) sudah ada semenjak zaman Hermaic (3600 SM) di Yunani

Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh.
Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Bagi orang Persia yang beragama Majūsî (penyembah api), menjadikan tanggal 1 Januari sebagai hari raya mereka yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus.
Penyebab mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari raya adalah, ketika Raja mereka, ‘Tumarat’ wafat, ia digantikan oleh seorang yang bernama ‘Jamsyad’, yang ketika dia naik tahta ia merubah namanya menjadi ‘Nairuz’ pada awal tahun. ‘Nairuz’ sendiri berarti tahun baru. Kaum Majūsî juga meyakini, bahwa pada tahun baru itulah, Tuhan menciptakan cahaya sehingga memiliki kedudukan tinggi.

Kisah perayaan mereka ini direkam dan diceritakan oleh al-Imâm an-Nawawî dalam buku Nihâyatul ‘Arob dan al-Muqrizî dalam al-Khuthoth wats Tsâr. Di dalam perayaan itu, kaum Majūsî menyalakan api dan mengagungkannya –karena mereka adalah penyembah api. Kemudian orang-orang berkumpul di jalan-jalan, halaman dan pantai, mereka bercampur baur antara lelaki dan wanita, saling mengguyur sesama mereka dengan air dan khomr (minuman keras). Mereka berteriak-teriak dan menari-nari sepanjang malam. Orang-orang yang tidak turut serta merayakan hari Nairuz ini, mereka siram dengan air bercampur kotoran. Semuanya dirayakan dengan kefasikan dan kerusakan.

Setelah kita mengetahui bahwa tradisi Perayaan 1 januari merupakan Perayaan yang terkait dengan ritual keagamaan dan budaya dari kufar ,dan adanya larangan untuk menyerupai sebuah kaum.
maka sebaiknya kita tidak perlu ikut ikutan merayakannya apalagi meniru budaya dari kaum kufar.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS. Al Isra :36)

Minggu, 21 Desember 2014

PERSAMI 20-21 Desember 2014

PERSAMI MI Negeri Jambu
20-21 Desember 2014



Dalam rangka refleksi kegiatan pramuka pada MI Negeri Jambu semseter 1 tahun pelajaran 2014/2015,  Gudep 06.35.S/06.36.S MI Negeri Jambu mengadakan kegiatan Perkemahan Sabtu malam Minggu di MI Negeri Jambu.



Kegiatan dimulai hari Sabtu tanggal 20 Desember 2014 pada pukul 15:00 WIB. Para peserta yang mengikuti kegiatan Persami ini adalah Siaga dan Penggalang MI Negeri Jambu tak lupa kakak pembina dan kakak-kakak DKP.



Adapaun rangkaian acara kegiatan yang berlangsung kurang lebih sebagai berikut :
  1. Pembukaan
  2. Persiapan
  3. Sholat berjamaah
  4. Api Unggun
  5. Pentas Seni
  6. Kegiatan kemandirian : Memasak dan Bhakti Sosial
  7. Penutupan


Alhamdulillahi robbil Alamin secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. 




Antusias juga terlihat dari para peserta kegiatan walaupun pada malam hari hujan gerimis

Rabu, 12 November 2014

Kunjungan ke Museum Palagan Ambarawa

Dalam rangka pengenalan situs perjuangan para pahlawan yang telah gugur di Ambarawa, maka Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jambu mengadakan kegiatan kunjungan ke museum dan monumen Palagan Ambarawa. Kegiatan ini sebagai pembelajaran diluar kelas dengan tujuan pembentukan karakter generasi muda yang menghargai jasa para pahlawannya.









Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB berkumpul di MI Negeri Jambu terlebih dahulu. Kemudian secara bergiliran menuju ke Museum Palagan Ambarawa dimulai dari kelas 1 dan 2 dengan menumpang mobil truk TNI dari Yonkav 2/Tank Turangga Ceta Ambarawa.





Kegiatan ini sendiri selesai sekitar pukul 01.00 WIB

Senin, 27 Oktober 2014

Peringatan Hari Soempah Pemoeda 28 Oktober 2014

Upacara Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014 di MI Negeri Jambu

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Peserta Konggres Pemuda II Tahun 1928

Isi Sumpah Pemuda
Berikut ini adalah bunyi "Sumpah Pemuda" sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama:
       Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
       Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
       Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
 sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda


Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang baru dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya pesan untuk para pemuda terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini, Selasa (28/10/2014).
"Tataplah masa depan lebih optimis dengan kepercayaan sepenuh hati. Jangan lagi takut dengan halangan yang ada," ujar Imam di Jakarta, Senin 27 Oktober 2014.
Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan dirinya akan terus berupaya mengobarkan semangat Sumpah Pemuda agar para pemuda-pemudi Indonesia terus berkarya untuk tanah air.
"Kita akan melaksanakan upaya mengobarkan semangat pemuda. Menurut saya ini saatnya," tegas Imam.
Dia pun menjelaskan program yang akan ia jalankan sebagai Menpora. Salah satunya adalah melakukan penataan organisasi dalam tubuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Juga melakukan terobosan yang diperlukan," kata Imam Nahrawi.
sumber : http://news.liputan6.com/read/2125384/pesan-menpora-imam-nahrawi-pada-hari-sumpah-pemuda

Sementara di MI Negeri Jambu pada hari sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 2014 diperingati dengan kegiatan upacara bendera dan lomba-lomba seperti lomba PBB, menyanyikan lagu Bangun Pemuda-Pemudi dan lain-lain.




Jumat, 24 Oktober 2014

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1436


Selamat Tahun Baru Hijriyah 1436


Kemah Bhakti MI Negeri Jambu



Setelah selesai masa Ulangan Tengah Semester (UTS) I, Gudep 06.35.S / 06.36.S MI Negeri Jambu mengadakan Kemah Bhakti di Dusun Pitoro Desa Gemawang Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi MI Negeri Jambu mulai dari kelas IV dan V. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober 2014 sampai dengan tanggal 19 Oktober 2014. Selain untuk mengajarkan kedisiplinan kepada siswa-siswi, kegiatan ini juga melatih kemandirian.







Kamis, 18 September 2014

Akreditasi MI Negeri Jambu

Alhamdulillah dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT, penilaian Akreditasi MI Negeri Jambu telah selesai. Segala persiapan telah diupayakan agar MI Negeri Jambu semakin maju. Tak lupa terima kasih atas semua persiapan yang telah dilaksanakan oleh segenap Kepala Madrasah, Guru, tenaga kependidikan dan semua yang telah ikut membantu dalam upaya mensukseskan Akreditasi tahun ini. Semoga semua usaha ini mendapatkan hasil yang baik dan diberikan imbalan oleh Allah SWT, Amin Ya Robbal Alamin...


Foto bersama Tim Asesor, Komite dan Guru
Proses Penilaian Administrasi



Foto bersama Asesor


Minggu, 17 Agustus 2014

Dirgahayu RI ke-69

Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, pada pagi hari ini kita dapat memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ke-69 negara kita, Republik Indonesia, yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan.



Mudah-mudahan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita, dan apa yang kita kerjakan selama ini, dalam upaya mengisi proklamasi kemerdekaan, dicatat sebagai bagian dari amal kebajikan.
Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Negara Tercinta, Selamat Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia. Jayalah Dunia Pendidikan dan Kebudayaan, Jayalah Bangsaku, dan Jayalah Negeriku.











Rabu, 13 Agustus 2014

Peringatan Hari Pramuka 14 Agustus 2014

Salam Pramuka!!!

Peringatan Hari Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2014 di MI Negeri Jambu diperingati dengan mengadakan Upacara Hari Pramuka. Semua siswa MI Negeri Jambu yang berjumlah kurang lebih 260 siswa wajib mengikuti upacara dengan seragam pramuka lengkap. Tidak lupa para pengajar juga ikut dalam kegiatan upacara ini. Pembina upacara yang sedianya oleh Kamabigus diwakili oleh Pratama karena sedang ada tugas di Semarang. Secara keseluruhan upacara Hari Pramuka berjalan dengan khidmat.






Setelah selesai kegiatan upacara para siswa mengadakan latihan Drum Band untuk acara peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus 2014 nanti. Pada hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar dan semua siswa pulang lebih awal.

Jumat, 18 Juli 2014

Niat Zakat Fitrah (Untuk diri sendiri)


نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

 

NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNAFSII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, Fardhu karena Allah Ta’ala